Halooooooo!

PORTA FIDEI
Welcome...

Saturday, August 15, 2009

Bacaan hari ini - 15/8

BACAAN I -WHY 11:19A; 12:1-6A. 10B
BACAAN II -1 KOR 15:20-26
BACAAN INJIL - LUK 1:39-56

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Friday, August 14, 2009

Bacaan hari ini - 14/8

YOS 21:1-13
MAT 19:3-12

Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin." Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Thursday, August 13, 2009

Bacaan hari ini - 13/8

YOS 3:7-11. 13-17
MAT 18:21- 19:1

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.

Wednesday, August 12, 2009

Bacaan hari ini - 12/8

UL 34:1-12
MAT 18:15-20

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Tuesday, August 11, 2009

Bacaan hari ini - 11/8

UL 31:1-8
MAT 18:1-5,10,12-14

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."

Monday, August 10, 2009

Bacaan hari ini - 10/8

1 KOR 9:6-10
YOH 12:24-26

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Sunday, August 9, 2009

Bacaan Mingguan - 9/8

HARI MINGGU BIASA KE 19 MASA BIASA

BACAAN I - 1 RAJ 19: 4-8
BACAAN II - EF 4:30-5:2
BACAAN INJIL - YOH 6:41-51
"Akulah roti yang turun dari syurga."

Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga." Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?" Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Saturday, August 8, 2009

Mengapa Darah Yesus yang Mahasuci tidak dibagikan pada saat Misa?

oleh: P. William P. Saunders

Mengapa Darah Yesus yang Mahasuci hampir tidak pernah dibagikan dalam Perayaan Misa? Dengan tidak membagikan Darah Mahasuci, seakan-akan imam mengabaikan perintah Kristus kepada kita ketika Ia menetapkan Ekaristi pada Perjamuan Terakhir: “`Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.' Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: `Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.'”
~ seorang pembaca di Front Royal

Dalam “Sacrosanctum Concilium (Konstitusi tentang Liturgi Suci),” Konsili Vatikan II menyatakan, “Pada perjamuan terakhir, pada malam Ia diserahkan, Penyelamat kita mengadakan Korban Ekaristi Tubuh dan Darah-Nya. Dengan demikian Ia mengabadikan Korban Salib untuk selamanya, dan mempercayakan kepada Gereja, mempelai-Nya yang terkasih, kenangan Wafat dan Kebangkitan-Nya: sakramen cintakasih, lambang kesatuan, ikatan cintakasih, perjamuan Paskah. Dalam perjamuan itu Kristus disambut, jiwa dipenuhi rahmat, dan kita dikaruniai jaminan kemuliaan yang akan datang.” (SC 47). Sembari menyatakan buah rahmat Ekaristi Kudus dan Misa dalam kehidupan rohani Katolik, Vatikan II juga mendorong umat beriman untuk secara aktif ambil bagian dalam Perayaan Misa.
Salah satu cara yang paling indah serta paling intim dimana kita dapat ikut ambil bagian dalam Perayaan Misa ialah dengan menerima Komuni Kudus, Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus. Patut kita camkan bahwa “Keseluruhan Kristus dan sakramen diterima dalam setiap rupa” (Konsili Trente, “Doktrin tentang Komuni dalam Dua Rupa dan tentang Komuni bagi Anak-anak). Umat beriman menerima seluruh buah rahmat Ekaristi dari sakramen, walaupun komuni hanya diterima dalam rupa Hosti Kudus saja, atau dalam rupa Darah Mahasuci saja, atau dalam kedua rupa. (Katekismus No. 1390).
Sambil menegaskan ajaran ini, Pedoman Umum Misale Romawi No. 281 mempertegas bahwa “arti” Komuni dinyatakan secara lebih penuh apabila diberikan dalam dua rupa, yaitu Darah Mahasuci dan Hosti Kudus, “Sebagai tanda, komuni kudus mempunyai bentuk yang lebih penuh kalau disambut dalam rupa roti dan anggur, sebab komuni-dua-rupa itu melambangkan dengan lebih sempurna perjamuan ekaristis. Juga dinyatakan dengan lebih jelas bahwa perjanjian yang baru dan kekal diikat dalam Darah Tuhan. Kecuali itu, lewat komuni-dua-rupa tampak jelas juga hubungan antara perjamuan ekaristis di dunia dan perjamuan eskatologis dalam kerajaan Bapa.” Dengan cara demikian, gagasan penerimaan Tubuh dan Darah Kristus dan persatuan dalam Perjamuan Mesias dinyatakan atas cara yang paling sempurna. Namun, karena umat beriman telah menerima “seluruh” Kristus dalam setiap rupa, Gereja mentaati perintah Kristus untuk menyantap Tubuh-Nya dan meminum Darah-Nya dengan memberikannya dalam salah satu rupa kepada umat, meskipun perjamuan ini menjadi paling sempurna jika diberikan dan diterima dalam dua rupa. Oleh karena alasan tersebut, Gereja tidak menetapkan bahwa Komuni harus selalu diberikan dalam dua rupa. (Perlu diingat bahwa dalam ritus Gereja-gereja Timur, imam memberikan Komuni Kudus dengan sendok untuk membagikan Hosti Kudus yang telah dicelup dengan Darah Mahasuci).
Pastilah pada masa Gereja Perdana, Komuni Kudus dibagikan dalam dua rupa. Tetapi, praktek ini secara perlahan-lahan berubah untuk menghindari “beberapa bahaya serta skandal,” sesuai Konsili Kontantinopel (1415). Alasan-alasan tersebut bermacam-macam mulai dari masalah tercecernya Darah Mahasuci pada saat dibagikan, menyangkut masalah kesehatan karena minum dari piala yang sama, kemabukan, hingga umat yang membawa lari piala-piala kudus. Meskipun demikian, beberapa wilayah Gereja tetap terus memberikan Komuni dalam dua rupa bahkan hingga abad ke-12.
Sebagian orang menentang pembagian Komuni hanya dalam satu rupa dengan alasan utama: Tidakkah Kristus Sendiri memerintahkan perjamuan dalam dua rupa? Kaum Nestorian, sebuah kelompok bidaah yang muncul sekitar permulaan tahun 400-an dan yang menolak misteri inkarnasi, menyatakan bahwa Hosti Kudus mengandung hanya Tubuh Kristus saja dan Darah Mahasuci mengandung hanya Darah-Nya saja. Menurut pemikiran mereka, seseorang baru dianggap sah menerima sakramen apabila ia menerimanya dalam dua rupa. Disinilah terletak bahayanya jika seseorang terfokus pada perlambangan penerimaan Komuni dan bukan pada substansi dari apa yang diterimanya. Kaum Nestorian dikutuk oleh Konsili Efesus (tahun 431).
Sekitar tahun 1400-an, masalah serupa timbul kembali dengan ajaran bidaah John Wyclif, John Hus, dan Jacob dari Mies. Mereka menentang dengan mengatakan bahwa jika Tubuh dan Darah Kristus hadir dalam setiap rupa, maka dengan menerima Hosti Kudus saja seseorang “memakan” Darah Kristus, dan bukan “meminum”-nya, dan oleh sebab itu melanggar perintah Kristus. Mereka juga memperdebatkan bahwa Gereja Perdana menetapkan penerimaan Komuni dalam dua rupa. Dan yang terakhir, mereka menegaskan bahwa menerima Komuni Kudus dalam dua rupa adalah wajib dan merupakan keharusan bagi keselamatan. Para pembangkang ini kemudian dikenal dengan sebutan Kaum Calixtines (berasal dari bahasa Latin “calix” artinya “piala”) atau Utraquists (dari bahasa Latin, sub utraque specie, artinya “dalam setiap rupa”).
Konsili Konstantinopel (dan kemudian Konsili Trente) mengutuk ajaran tersebut serta mempertegas bahwa Kristus hadir sepenuhnya dalam setiap rupa, dan umat beriman menerima seluruh buah rahmat Ekaristi dari sakramen, walaupun komuni hanya diterima dalam satu rupa saja. Konsili tersebut mengutip St. Paulus, yang menegaskan sahnya penerimaan dalam satu rupa saja: “Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.” (1Kor 11:27). Mengharuskan penerimaan Komuni dalam dua rupa berarti menyatakan bahwa Kristus tidak sepenuhnya hadir dalam setiap rupa, dan dengan demikian akan menghilangkan kesempatan bagi mereka yang karena suatu alasan tertentu, tidak dapat menerimanya dalam dua rupa.
Ajaran ini menjadi amat jelas bagi saya ketika saya masih seorang diakon. Dalam tugas pelayanan saya di Philadelphia, saya mengunjungi seorang wanita tua yang telah kehilangan sebagian besar mulutnya karena penyakit kanker. Ia memiliki slang makanan permanen dimana ia menuangkan cairan makanan. Ketika saya membawakan Komuni Kudus untuknya, saya akan membawakan Darah Mahasuci dalam sebuah botol kecil yang telah dikonsekrasikan pada Misa pagi, kemudian ia akan menuangkannya ke dalam slang, serta menambahkan sedikit air untuk membersihkannya. Apakah ia menerima Kristus? Pasti. Apakah ia menerima rahmat sebanyak mereka yang menerima Hosti Kudus? Pasti. Jika seseorang menerima, baik Darah Mahasuci, atau Hosti Kudus, atau kedua-duanya, ia menerima seluruh buah rahmat Ekaristi dari sakramen.
Namun demikian, pada tahun 1970, Kongregasi untuk Ibadat memberikan ijin kepada Sinode Para Uskup untuk menentukan sampai batas mana, dengan alasan-alasan apa, serta keadaan yang bagaimana, Komuni Kudus dapat diterima dalam dua rupa. “Petunjuk Umum” telah mencantumkan beberapa keadaan di mana Komuni dalam dua rupa dapat diberikan, misalnya kepada pengantin pria dan wanita dalam suatu Misa Pernikahan atau kepada para penerima Komuni Pertama.
Pada tahun 1984, Sinode Para Uskup di Amerika menetapkan bahwa kebijakan tersebut diserahkan kepada setiap keuskupan menurut kebiasaan setempat. Setiap uskup haruslah menimbang kebutuhan rohani umat di keuskupannya dengan cermat. Dalam Keuskupan Arlington, Komuni Kudus tidak dapat diberikan dalam dua rupa pada Hari Minggu dan pada Hari Raya. Kebijakan apa pun yang dikeluarkan oleh suatu keuskupan mengenai pemberian komuni ini, tidak seorang pun boleh menafsirkan penerimaan komuni dalam satu rupa ini sebagai pelanggaran terhadap perintah Kristus pada Perjamuan Malam Terakhir.

Bacaan hari ini - 8/8

UL 6:4-13
MAT 17:14-20

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga. Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Friday, August 7, 2009

Kenapa Kita Susah Berdoa?

By David Wilkerson

Saya merasa tidak mengerti pada satu masalah yang ada di gereja selama bertahun-tahun selama beberapa waktu - dan itu sangat menarik perhatian saya. Masalah itu ialah : kenapa orang kristen susah sekali berdoa?Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa jawaban dari hidup ini ialah doa dan iman. Rasul Paulus menulis, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." (Filipi 4:6). Paulus mengatakan pada kita, "Carilah Tuhan dalam setiap bidang di dalam hidupmu. Dan lebih dulu bersyukurlah pada-Nya karena Ia mendengarkanmu."Maksud Paulus jelas : Selalu berdoa terlebih dahulu! Kita tidak berdoa sebagai usaha terakhir - pergi ke sahabat dulu, lalu ke pendeta atau konselor, dan akhirnya berlutut untuk berdoa sebagai usaha terakhir. Tidak - Yesus berkata pada kita, "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33). Kita harus pergi pada Tuhan dulu - sebelum pergi pada yang lain!Sangat menggetarkan hati waktu membaca surat yang dikirim ke pelayanan kami dari banyak orang Kristen yang mengalami kegagalan. Keluarga yang kacau, perceraian suami istri, orang yang berjalan dengan iman bersama dengan Kristus selama bertahun-tahun kini hidup dalam ketakutan dan kekalahan. Setiap orang ini dikalahkan oleh musuh - dosa, depresi, keduniawian, kepalsuan. Dan tahun demi tahun masalah mereka hanya kelihatan semakin parah.Tetapi, yang mengejutkan saya ialah dari surat mereka sedikit sekali yang menyinggung tentang doa. Mereka mencari kaset, buku, konselor, menelpon acara-acara, macam-macam terapi - tetapi jarang untuk berdoa. Mereka mengalami kekuatiran, kegentaran, hidup di bawah awan gelap setiap hari, karena mereka tidak punya jawaban atas masalah mereka.Kenapa orang Kristen dalam masa krisis sulit mencari Tuhan untuk kebutuhan mereka yang mendesak? Padahal Alkitab adalah kesaksian yang panjang tentang Tuhan yang mendengarkan seruan anak-anakNya dan menjawab mereka dengan kasih yang hangat :"Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong." (Mazmur 34:16)"Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya." (ayat 18)"Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya." (1 Yoh 5:14-15)"… Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yak 5:16)"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22)"… tetapi doa orang jujur dikenanNya." (Ams 15:8)"… tetapi doa orang benar didengarNya." (ayat 29)"sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka." (Mazmur 102:18)Dengarlah apa yang dikatakan Daud, "Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku." Daud berkata, "Aku telah membuktikan Engkau, Tuhan! Dalam semua cobaan, aku tidak berpaling pada siapa pun. Aku hanya mencari Engkau saja - dan Engkau mendengarkan aku, menjawab aku, dan memberiku kekuatan untuk peperangan yang kuhadapi!" "dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau, Aku menjawab engkau…" (81:7)Janji-janji dan kesaksian ini ialah bukti yang luar biasa akan pemeliharaan Tuhan. Dan begitu bermacam-macam dan banyaknya kesaksian semacam ini, saya tidak mengerti mengapa banyak orang Kristen tidak dapat melihatnya!Tentang doa, Alkitab memberikan pada kita lebih besar daripada sekedar janji-janji. Alkitab memberikan juga peringatan tentang bahaya mengacuhkan doa. "bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu,…." (Ibrani 2:3). Bahasa Yunani dari 'menyia-nyiakan' di sini berarti memandang enteng, hal yang sepele.Maksud dari ayat ini ialah hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan kita - dan doa tentu adalah salah satunya. Tuhan bertanya, "Bagaimana kamu bisa berharap untuk terlepas dari kehancuran dan kebinasaan pada masa kegelapan yang akan datang, kalau kamu tidak belajar berhubungan dengan Ku melalui doa? Bagaimana kamu akan mengenal suara Ku pada hari itu, jika kamu belum pernah mendengarnya dalam hatimu dalam ruang doamu?Saya percaya Tuhan merasa sedih karena banyak dari umat-Nya yang mengabaikan doa hari-hari ini. Yeremia menulis, "Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya." Yeremia 2:32Inilah pertanyaan saya yang besar - satu hal yang tidak bisa saya pahami : Bagaimana umat Tuhan - yang selalu diserang oleh kuasa neraka, menghadapi masalah dan cobaan dari berbagai sisi - tidak pernah mencari Tuhan minggu lepas minggu? Dan bagaimana mereka bisa mengaku mengasihi Nya dan percaya pada janji-janji Nya tapi tidak pernah mendekat kepadaNya?



Sumber : www.tscpulpitseries.org

Bacaan hari ini - 7/8

1 Kor 9:6-10
Yoh 12:24-26

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Thursday, August 6, 2009

Pesta Transfigurasi Tuhan - 6/8

Bacaan I - Dan 7:9-1A 13-14
Bacaan II - 2 Ptr 1:16-19
Bacaan Injil - Mrk 9:2-10

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."

Wednesday, August 5, 2009

Mayat paderi ditemui di tepi jalan

MANGALORE, India: Mayat paderi Katolik ditemui di daerah terpencil dekat Mangalore, India bahagian selatan.Jasad tidak berpakaian Fr James Mukalel, 39, ditemui di tepi jalan pada Julai 30. Fr James melayani di Keuskupan Belthangady, sebuah keuskupan ritus Syro-Malabar yang berpusat dekat Mangalore di Negara Bahagian Karnataka.Fr Thomas Kannankal, pengarah pelayanan sosial keuskupan tersebut, mengatakan, pada Julai 29, paderi yang meninggal itu dalam perjalanan kembali ke parokinya setelah menghadiri pengebumian seorang umat di Paroki Thottathady, iaitu tempat beliau bertugas.Fr Kannankal menceritakan bahawa setelah menghadiri pengebumian bekas umat parokinya, Fr James mengunjungi beberapa buah keluarga, makan malam di sebuah biara, dan kembali ke kediamannya sekitar jam 9.00 malam.Beberapa umat paroki menemui mayat beliau di tepi jalan, sekitar jam 7.00 pagi pada hari berikutnya dan melaporkan hal tersebut kepada pejabat keuskupan. Polis masih menyiasat kejadian pembunuhan ini.Menurut Fr Kannankal, kematian Fr James merupakan kes pembunuhan kerana jasadnya ditemui berada jauh dari motosikalnya. Sekiranya beliau jatuh, pasti terdapat luka-luka pada tubuhnya. Sebaliknya beliau tidak mempunyai kecederaan kecuali tanda-tanda seperti mati lemas.Fr Jose Valiaparambil, vikar jeneral, menyatakan bahawa kejadian tersebut amat mengejutkan seluruh keuskupan yang ketika itu sedang mempersiapkan menyambut kongres misi pada Ogos 3 lalu. — UCAN

Bacaan hari ini - 5/8

Bil 13:1-2.25 14:1. 26-29. 34-35
Mat 15:21-28

Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Tuesday, August 4, 2009

Bacaan hari ini - 4/8

Bil 12:1-13
Mat 14:22-36

Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.

Monday, August 3, 2009

Bacaan hari ini - 3/8

Bil 4:4b-15
Mat 14:13-21

Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku." Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Sunday, August 2, 2009

Api Penyucian

APA ITU API PENYUCIAN?

Dalam salah satu audiensinya Bapa Paus Yohanes Paulus II mengatakan bahwa api penyucian adalah keadaan yang kita alami setelah kita meninggal di mana kita dibersihkan dari segala noda dosa sebelum akhirnya diperkenankan masuk ke dalam surga. Bapa Suci menambahkan bahwa setiap orang yang hidupnya belum sempurna tetapi diperkenankan masuk ke surga harus terlebih dahulu tinggal dalam api penyucian. "Sebelum kita masuk dalam Kerajaan Allah, setiap noda dosa dalam diri kita harus dibersihkan, setiap cacat dalam jiwa kita harus disempurnakan. Itulah sesungguhnya yang terjadi di api penyucian,” kata Bapa Suci. Paus melanjutkan bahwa api penyucian juga bukan merupakan suatu tempat, "Api penyucian tidak menunjuk pada suatu tempat, melainkan suatu kondisi kehidupan. Mereka yang, setelah meninggal, tinggal dalam keadaan penyucian telah dibenamkan dalam kasih Kristus, yang akan mengangkat mereka dari sisa-sisa ketidaksempurnaan." Kemudian Paus mendorong umat Kristen untuk berdoa dan melakukan perbuatan-perbuatan baik demi jiwa-jiwa di api penyucian.

MENGAPA KITA MEMERLUKAN API PENYUCIAN?

Saudara-saudari kita kaum Protestan bersikeras bahwa hanya ada dua pilihan setelah kita meninggal dunia, yaitu: Surga atau Neraka. Sementara umat Katolik percaya bahwa ada pilihan lain sesudah kita meninggal, pilihan yang membuat kita amat bersyukur yaitu: Api Penyucian. Akan sangat mengerikan sekali jika kita hanya dihadapkan pada dua pilihan saja: Surga dan Neraka, sebab jarang sekali ada orang yang demikian kudus hidupnya sehingga dapat langsung masuk ke surga. Oleh karena Belas Kasih Allah kepada umat manusia maka kita diberi kesempatan untuk memurnikan diri sebelum masuk ke surga yaitu melalui api penyucian.Untuk mempermudah pemahaman kita, mari kita menggunakan suatu perumpamaan. Coba bayangkan: kalian diundang untuk menghadiri suatu pesta yang agung. Setiap orang yang hadir mengenakan pakaian serta gaun mereka yang terindah, rambut mereka tertata rapi, dan tubuh mereka bersih serta harum. Tuan rumah membuka pintu dan mempersilakan kalian masuk. Tetapi kalian berdiri di depan pintu dengan pakaian gembel yang bau, rambut kalian acak-acakan, tubuh kalian dekil dan perlu dibersihkan. Apakah kalian akan masuk ke dalam ruang pesta?Jika kalian bersikeras bahwa api penyucian itu tidak ada, saya akan bertanya: Apa yang membuat kalian yakin bahwa kalian benar-benar bersih dan tanpa noda dosa pada saat kalian meninggal dan dihadapkan ke pengadilan akhir? Bukankah kita semua orang berdosa, yang setiap hari terus-menerus melakukan dosa-dosa kecil yang hanya tampak oleh Allah saja? Oleh karena itu bersukacitalah atas api penyucian di mana kita dapat membersihkan diri kita dari segala dosa sebelum memasuki kemuliaan surgawi yang abadi! Api Penyucian memang secara spiritual amat menyakitkan sebab jiwa-jiwa yang tinggal di sana sangat ingin berada bersama dengan Allah tetapi tidak bisa. Pada saat yang sama dalam api penyucian ada sukacita besar sebab jiwa-jiwa yang tinggal di sana percaya bahwa setelah masa tinggal mereka di api penyucian berakhir maka mereka pasti diperkenankan masuk ke dalam surga.

MENGAPA KITA BERDOA BAGI MEREKA YANG TELAH MENINGGAL DUNIA?

Berdoa bagi orang-orang yang telah meninggal dunia bukan saja bermanfaat, tetapi juga amat penting. Sayang sekali kebiasaan ini hampir terabaikan. Kita telah lupa bahwa Gereja Katolik terdiri dari tiga bagian yang tak terpisahkan: GEREJA PEJUANG (kita di dunia, yang setiap hari berjuang demi keselamatan kita), GEREJA MENDERITA (jiwa-jiwa di api penyucian) dan GEREJA JAYA (para malaikat dan para kudus di surga). Ketiga gereja tersebut membentuk Tubuh Mistik Kristus dan saling bekerja sama dalam mempertahankan pondasi gereja. Jika kita, Gereja Pejuang, lalai berdoa bagi jiwa-jiwa para saudara kita di api penyucian (Gereja Menderita), berarti kita ikut melemahkan pondasi gereja

BAGAIMANA KITA BERDOA BAGI MEREKA YANG TELAH MENINGGAL DUNIA?

Hal paling ampuh yang dapat kita lakukan ialah mengadakan Misa untuk Jiwa-jiwa di Api Penyucian, atau mohon intensi misa (intensi misa = ujub Misa yang terkadang diminta oleh umat) bagi jiwa seseorang yang telah meninggal dunia. Devosi lain yang amat bermanfaat ialah Doa Rosario dan Jalan Salib demi jiwa-jiwa menderita tersebut. Kita juga dapat melakukan matiraga. Semua matiraga kita, bahkan matiraga yang terkecil sekali pun, kita persatukan dengan penderitaan Yesus dan kita persembahkan ke dalam tangan kasih Bunda Maria demi keselamatan jiwa-jiwa di api penyucian. Indulgensi (indulgensi = pengampunan/ penghapusan hukuman dosa di api penyucian) juga berlaku bagi mereka yang telah meninggal dunia. Jadi ingatlah untuk senantiasa berdoa dan melakukan perbuatan-perbuatan baik demi jiwa-jiwa tersebut.Sebuah buletin berjudul “The Holy Souls Will Repay Us a Thousand Times Over"(Jiwa-jiwa Akan Membalas Kita Seribu Kali Lipat), mengatakan, “Ketika pada akhirnya jiwa-jiwa di api penyucian telah terbebas dari penderitaan mereka dan menikmati sukacita surgawi, mereka tidak akan melupakan saudara-saudarinya yang masih ada di dunia. Ungkapan rasa terima kasih mereka tidak mengenal batas. Sujud menyembah di hadapan Tahta Allah, mereka tidak henti-hentinya berdoa bagi saudara-saudari yang telah mendoakannya. Dengan doa-doanya, jiwa-jiwa itu melindungi saudara-saudarinya dari mara bahaya serta dari segala kejahatan yang mengancam. Dan kelak ketika saudara-saudarinya itu tiba di api penyucian, jiwa-jiwa itu akan mendoakan mereka sehingga masa tinggal mereka di api penyucian dapat dipercepat dan diperingan atau bahkan mereka dapat memperoleh pengampunan SEUTUHNYA.” (Imprimatur: Herbert Cardinal Vaughan).


"Yesus, Maria, aku mengasihi Engkau, selamatkanlah jiwa-jiwa"



Sumber : www.indocell.net/yesaya

Bacaan Mingguan - 2/8

HARI MINGGU BIASA KE 18 MASA BIASA

Bacaan I -Kel 16:2-4.12-15
Bacaan II - Ef 4:17.20.24
Bacaan Injil - Yoh 6:24-35


Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?" Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga." Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Saturday, August 1, 2009

BERAPA BANYAK SALIB DI RUMAH KITA ?

Berapa banyak salib menghiasi rumah Anda ? Mari kita perhatikan, mulai dari ruang keluarga, kamar tidur, hingga ruang makan, belum lagi jika ditambah dengan salib yang tergantung pada rosario dan tentunya lebih dari satu yang dimiliki. Ada sementara anggapan, bahwa semakin banyak salib, maka rumah kita aman dari gangguan roh jahat alias bebas hantu. Ada pula yang berpendapat, bahwa salib mengingatkan kita akan penderitaan Yesus, serta meyakini pula kehadiran Yesus di rumah kita. Hanya itukah kesadaran kita tentang makna salib, sehingga seolah "warisan" yang diberikan Yesus kepada kita terbatas pada kegunaan keselamatan di bumi ? Mengapa menjelang kematianNya, Yesus justru meruntuhkan bait Allah yang menjadi tempat persembunyian "kemunafikan" imam dan bangsa Yahudi (Mark14; 58-59)?

Salib Sejati

Salib yang berada di rumah kita, sesungguhnya adalah seluruh anggota keluarga. Diri kita sendiri. Itulah yang dikehendaki Yesus agar kita menjadi "salib hidup" bukan "salib kematian" yang menjalankan semua perintahNya. Salib yang kita tinggalkan di rumah, ketika kita menjalankan segala aktifitas: sekolah, bekerja, berbelanja, rekreasi dan sebagainya, menjadi sia-sia jika semua perilaku kehidupan kita justru mengingkari firmanNya (luk6:46)

Salib Terang

Seperti yang diteladani Yesus ketika menjalani peran sebagai manusia, segala sesuatu yang diperbuat olehNya adalah dipersembahkan untuk BapaNya di Sorga (Yoh 5: 36) . Demikian pula yang diharapkan Yesus kepada kita, semua pikiran, ucapan dan perbuatan kepada sesama hendaknya diperbuat untuk persembahan kepada Allah. Dengan melakukan seperti yang diajarkan Yesus, maka kita akan menjadi "salib terang" yang mampu memberi manfaat kebaikan kepada sesama. Jika kasih menjadi kehidupan kita, maka tak ada lagi tempat bagi kebencian, permusuhan dan angkara murka. Mari, kita berubah untuk berbuah.

Bacaan hari ini - 1/8

Im 25:1.8-17
Mat 14:1-12

Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya." Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

Seratus Lima Puluh Sebab Saya Sebagai Seorang Katholik-Bahagian IV

81. On equally unbiblical grounds, Protestantism opposes law to grace.
82. Protestantism creates a false dichotomy between symbolism and sacramental reality (e.g., baptism, Eucharist).
83. Protestantism separates the Individual from Christian community (1 Cor 12:14-27).
84. Protestantism pits the veneration of saints against the worship of God. Catholic theology doesn't permit worship of saints in the same fashion as that directed towards God. Saints are revered and honored, not adored, as only God the Creator can be.
85. The anti-historical outlook of many Protestants leads to individuals thinking that the Holy Spirit is speaking to them, but has not, in effect, spoken to the multitudes of Christians for 1500 years before Protestantism began!
86. Flaws in original Protestant thought have led to even worse errors in reaction. E.g., extrinsic justification, devised to assure the predominance of grace, came to prohibit any outward sign of its presence ("faith vs. works," "sola fide"). Calvinism, with its cruel God, turned men off to such an extent that they became Unitarians (as in New England). Many founders of cults of recent origin started out Calvinist (Jehovah's Witnesses, Christian Science, The Way International, etc.).
87. Evangelicalism is unbiblically obsessed (in typically American fashion) with celebrities (TV Evangelists).
88. Evangelicalism is infatuated with the false idea that great numbers in a congregation (or rapid growth) are a sign of God's presence in a special way, and His unique blessing. They forget that Mormonism is also growing by leaps and bounds. God calls us to faithfulness rather than to "success," obedience, not flattering statistics.
89. Evangelicalism often emphasizes numerical growth rather than individual spiritual growth.
90. Evangelicalism is presently obsessed with self-fulfillment, self-help, and oftentimes, outright selfishness, rather than the traditional Christian stress on suffering, sacrifice, and service.
91. Evangelicalism has a truncated and insufficient view of the place of suffering in the Christian life. Instead, "health-and-wealth" and "name-it-and-claim-it" movements within Pentecostal Protestantism are flourishing, which have a view of possessions not in harmony with the Bible and Christian Tradition.
92. Evangelicalism has, by and large, adopted a worldview which is, in many ways, more capitalist than Christian. Wealth and personal gain is sought more than godliness, and is seen as a proof of God's favor, as in Puritan, and secularized American thought, over against the Bible and Christian teaching.
93. Evangelicalism is increasingly tolerating far-left political outlooks not in accord with Christian views, esp. at its seminaries and colleges.
94. Evangelicalism is increasingly tolerating theological heterodoxy and liberalism, to such an extent that many evangelical leaders are alarmed, and predict a further decay of orthodox standards.
95. "Positive confession" movements in Pentecostal evangelicalism have adopted views of God (in effect) as a "cosmic bellhop," subject to man's frivolous whims and desires of the moment, thus denying God's absolute sovereignty and prerogative to turn down any of man's improper prayer requests (Jas 4:3; 1 Jn 5:14).
96. The above sects usually teach that anyone can be healed who has enough "faith," contrary to Christian Tradition and the Bible (e.g., Job, St. Paul's "thorn in the flesh," usu. considered a disease by most Protestant commentators).
97. Evangelicalism, by its own self-critiques, is badly infected with pragmatism, the false philosophical view that "whatever works is true, or right." The gospel, esp. on TV, is sold in the same way that McDonalds hawks hamburgers. Technology, mass-market and public relations techniques have largely replaced personal pastoral care and social concern for the downtrodden, irreligious, and unchurched masses.
98. Sin, in evangelicalism, is increasingly seen as a psychological failure or a lack of self-esteem, rather than the willful revolt against God that it is.
99. Protestantism, in all essential elements, merely borrows wholesale from Catholic Tradition, or distorts the same. All doctrines upon which Catholics and Protestants agree, are clearly Catholic in origin (Trinity, Virgin Birth, Resurrection, 2nd Coming, Canon of the Bible, heaven, hell, etc.). Those where Protestantism differs are usually distortions of Catholic forerunners. E.g., Quakerism is a variant of Catholic Quietism. Calvinism is an over-obsession with the Catholic idea of the sovereignty of God, but taken to lengths beyond what Catholicism ever taught (denial of free will, total depravity, double predestination, etc.). Protestant dichotomies such as faith vs. works, come from nominalism, which was itself a corrupt form of Scholasticism, never dogmatically sanctioned by the Catholic Church. Whatever life or truth is present in each Protestant idea, always is derived from Catholicism, which is the fulfillment of the deepest and best aspirations within Protestantism.
100. One of Protestantism's foundational principles is sola Scriptura, which is neither a biblical (see below), historical (nonexistent until the 16th century), nor logical (it's self-defeating) idea:
101. The Bible doesn't contain the whole of Jesus' teaching, or Christianity, as many Protestants believe (Mk 4:33; Mk 6:34; Lk 24:15-16; Lk 24:25-27; Jn 16:12; Jn 20:30; Jn 21:25; Acts 1:2-3).
102. Sola Scriptura is an abuse of the Bible, since it is a use of the Bible contrary to its explicit and implicit testimony about itself and Tradition. An objective reading of the Bible leads one to Tradition and the Catholic Church, rather than the opposite. The Bible is, in fact, undeniably a Christian Tradition itself!
103. The NT was neither written nor received as the Bible at first, but only gradually so (i.e., early Christianity couldn't have believed in sola Scriptura like current Protestants, unless it referred to the OT alone).
104. Tradition is not a bad word in the Bible. Gk. paradosis refers to something handed on from one to another (good or bad). Good (Christian) Tradition is spoken of in 1 Cor 11:2; 2 Thess 2:15, 2 Thess 3:6, and Col 2:8. In the latter it is contrasted with traditions of men.
105. Christian Tradition, according to the Bible, can be oral as well as written (2 Thess 2:15; 2 Tim 1:13-14; 2 Tim 2:2). St. Paul makes no qualitative distinction between the two forms.
106. The phrases "word of God" or "word of the Lord" in Acts and the epistles almost always refer to oral preaching, not to the Bible itself. Much of the Bible was originally oral (e.g., Jesus' entire teaching- He wrote nothing -St. Peter's sermon at Pentecost, etc.).
107. Contrary to many Protestant claims, Jesus didn't condemn all tradition any more than St. Paul did. E.g., Mt 15:3,6; Mk 7:8-9, Mk 7:13, where He condemns corrupt Pharisaical tradition only. He says "your tradition."
108. Gk. paradidomi, or "delivering" Christian, apostolic Tradition occurs in Lk 1:1-2; Rom 6:17; 1 Cor 11:23; 1 Cor 15:3; 2 Pet 2:21; Jude 3. Paralambano, or "receiving" Christian Tradition occurs in 1 Cor 15:1-2; Gal 1:9,12; 1 Thess 2:13.
109. The concepts of "Tradition," "gospel," "word of God," "doctrine," and "the Faith" are essentially synonymous, and all are predominantly oral. E.g., in the Thessalonian epistles alone St. Paul uses 3 of these interchangeably (2 Thess 2:15; 2 Thess 3:6; 1 Thess 2:9,13 (cf. Gal 1:9; Acts 8:14). If Tradition is a dirty word, then so is "gospel" and "word of God"!
110. St. Paul, in 1 Tim 3:15, puts the Church above Bible as the grounds for truth, as in Catholicism.